Yang Lalu Biar Berlalu

Posted on Februari 19, 2009. Filed under: Jangan Bersedih |

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakkan dalam ruangan gelap yang tak tembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena dia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam; selamatkan diri kita dari bayang masa lampau! Adakah kita ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ketempat terbit, seorok bayi keperut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata kedalam kelopak mata? Ingat; Keterikatan kita dengan masa lalu, keresahan kita atas apa yang terjadi padanya, keterbakaran emosi kita oleh panasnya api, dan kedekatan jiwa kita pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang demikian sangat berharga. Dalam Al-Quran, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang mereka lakukan, Allah selalu mengataka, “itu adalah umat yang lalu”. Begitulah; ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tidak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu sering mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian:“Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering mengatakan kepada seekor keledai begini:“Mengapa engkau tidak menarik gerobak??””Aku benci khayalan,”jawab keledai.

Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan disibukkan oleh masa lalu itu. itu, sama halnya dengan kita menagabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh jin dan manusia bersatu untuk mengembalikan semaua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan mampu. Sebab itu mustahil pada asalnya.

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan, air akan mengalir kedepan, setiap musafir berjalan kedepan, dan segala sesuatu bergerak maju kedepan. maka dari itu jangan pernah melawan sunnah kehidupan!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: