La – Tahzan

Posted on Februari 13, 2009. Filed under: Jangan Bersedih |

PIKIRKAN DAN SYUKURILAH!!!

Artinya, ingatlah setiap nikmat Allah yang dianugrahkan kepada kita. Karena Dia telah meliputkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga kebawah kedua telapak kaki.
{Jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim: 34)

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air; semua tersediadalam hidup kita. Namun begitulah:kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya; kita menguasai kehidupan, tapi tak pernah mengetahuinya.
{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} (QS. Luqman: 20)

kita memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan kaki.
{maka nikmat Rabb mu yang manakah kau dustakan?}
(QS. Ar-Rahman: 13)

Apakah kita mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menhjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah kita mengira berdiri tegak diatas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap ketika sanak saudara disekitar kita masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah kita merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang disekitar kita yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?.

Coba kita pikirkan; betapa besarnya fungsi pendengaran yang dengannya Allah menjauhkan kita dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata anda yang tidak buta, ingatlah ketika kulit kita yang tebebas dari penyakit kulit, dan renungkan betapa dasyat fungsi otak kita yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

Adakah kita ingin menukar mata kita dengan emas sebesar gunung, menjual pendengaran kita seharga perak satu bukit? Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah kita, namun kita bisu? Maukah kita menukar kedua tangan kita dengan untaian mutiara, tetapi tangan anda buntung?

Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan yang tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.

Kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu,dan kemudian syukurilah!

{Dan, pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan.}
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekililing kita. dan janganlah termasuk golongan
{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.} (QS. An-Nahl: 83)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: